
Cerita orang pertama · Bayu, 33 tahun · pengemudi ojek daring di Surakarta
Saya biasa berangkat mengantar penumpang setelah subuh. Setiap selesai mengantar, saya menghitung berapa uang yang bisa dibawa pulang. Dulu saya cukup puas kalau hari itu cukup untuk bensin, makan dan sedikit uang belanja. Semua mulai berubah ketika teman di pangkalan menunjukkan permainan yang katanya bisa memberi tambahan uang dalam beberapa menit.
Pada minggu pertama, saya beberapa kali mendapatkan hasil lebih besar daripada nominal yang saya masukkan. Saya mulai merasa pintar mengatur waktu bermain. Kenyataannya, saya semakin sering mengecek ponsel saat menunggu pesanan dan pulang lebih lambat daripada biasanya.
Saya ingat hari ketika motor perlu ganti ban. Uang yang saya simpan untuk bengkel justru saya pakai bermain dengan alasan ingin menggandakannya. Menjelang malam, uang itu tidak kembali. Saya meminjam dari adik dan mengatakan ada tagihan mendadak. Kebohongan kecil membuat saya harus mengarang alasan baru berkali-kali.
Pada suatu sore motor tergelincir karena ban memang sudah terlalu tipis. Tidak ada luka serius, tetapi di bengkel saya merasa sangat malu. Di titik itu saya tidak lagi melihat kerugian sebagai angka di layar. Keputusan saya sudah membahayakan pekerjaan dan keselamatan.
Saya pulang dan menjelaskan keadaan sebenarnya kepada adik. Kami menghitung uang kebutuhan satu minggu, lalu saya menghapus akses permainan, berhenti membuka grup yang memuat promosi, dan memilih menaruh uang servis di rekening terpisah.
Bulan-bulan berikutnya tidak ringan. Kalau pesanan sepi, pikiran saya masih menawarkan jalan pintas. Saya belajar menghubungi adik atau beristirahat sebentar. Saya juga mencari informasi tentang bantuan profesional saat dorongan terasa sulit diatur.
Saya belum bisa mengembalikan semua uang yang hilang, tetapi motor saya sekarang dirawat sesuai jadwal. Saya mulai senang ketika bisa membayar bensin tanpa meminjam. Kemajuan saya bukan angka kemenangan, melainkan kemampuan membawa pulang hasil kerja dengan utuh.
Langkah yang bisa dipelajari
Cerita ini menggambarkan pentingnya menyadari dampak, mengurangi pemicu, memprioritaskan kebutuhan keluarga, dan mencari dukungan. Proses setiap orang berbeda dan tidak ada jaminan perubahan terjadi seketika.
